Minggu, 16 Januari 2011

Pentolan Megadeth Luncurkan Buku Biografi

Kapanlagi.com - Siapa yang tak kenal dengan Dave Mustaine, gitaris dan vokalis dari band Megadeth serta mantan gitaris Metallica ini? Yup gitaris kontroversial yang pernah berseteru dengan personel Metallica serta gitaris Slayer, Kerry King ini merilis sebuah buku biografinya yang menceritakan perjalanan Dave Mustaine di kancah metal selama 2 dekade ini yang akan diluncurkan minggu ini.Buku yang berjudul MUSTAINE: A LIFE IN METAL ini dirilis bertepatan dengan peluncuran DVD RUST IN PEACE TOUR LIVE. Seperti dikutip dari Music-news.com buku ini terdaftar sebagai Bestseller oleh New York Times.
Buku ini bercerita secara detil tentang kehidupan Dave ketika memulai sebelum Megadeth dan sebelum Metallica dan seperti apa menjadi bagian dari Megadeth. Dave yang tercatat sebagai 100 Greatest Metal Guitarists dan Greatest Metal Vocalists of All Time dalam penulisan bukunya dibantu oleh Joe Layden.
Band yang pernah dua kali datang di Indonesia saat ini tengah menuntaskan turnya yang berakhir di Australia. Dan kabarnya mereka akan kembali ke studio untuk merekam materi untuk terbaru untuk album berikutnya

Kerry King Tampil Bersama Megadeth

Kapanlagi.com - Mungkin ini akan menjadi hal yang langka bagi yang beruntung menyaksikannya. Gitaris Slayer, Kerry King didaulat untuk tampil satu panggung menjadi tamu spesial dalam konser tur Megadeth.Tampaknya dengan tampilnya mereka berdua akan akankah menghapus perselisihan dua gitaris fenomenal ini, Kerry King dan Dave Mustaine. Sebelumnya King sendiri juga merupakan gitaris dari Megadeth di tahun 1984 namun harus keluar karena selalu berselisih dengan Dave.
Mereka juga saling mengutarakan argumen serta komentar yang pedas antar satu yang lain di media, tanpa pernah untuk bertemu kembali.
Dalam performanya nanti King dan Megadeth akan membawakan lagu yang berjudul Rattlehead bersama-sama. Penampilan reuni ini menandai untuk pertama kalinya setelah 26 tahun King dan Dave berbagi panggung bersama.

Metallica Siap-Siap Masuk Studio Lagi

Kapanlagi.com - Sekarang Metallica memang masih sibuk dengan tur promosi album terakhir mereka namun bukan berarti setelah itu mereka bakal duduk manis. Lars Ulrich bahkan sudah memastikan bahwa setelah tur berakhir nanti Metallica bakal siap-siap masuk studio lagi untuk menggarap album kelanjutan dari DEATH MAGNETIC yang fenomenal itu."Kami kan sudah tak menulis lagu lagi sejak, what, 2006, 2007 dan kami ingin kembali mengasah kreativitas kami lagi. Sekarang sih kami sedang santai dan mungkin akan mulai lagi, mungkin bulan Maret atau April, dan mulai kembali mulai menulis lagu lagi," ujar sang drummer saat diwawancarai The Pulse Radio. Memang sejauh ini sepertinya belum ada tanda-tanda kalau James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammett dan Robert Trujillo sudah punya lagu cadangan tapi siapa tahu?
Yang pasti, saat ini Metallica sedang menikmati sukses mereka setelah konser The Big Four beberapa waktu yang lalu. Konser The Big Four ini juga jadi sesuatu yang spesial karena untuk pertama kalinya Metallica bermain di panggung yang sama dengan tiga band besar thrash metal lain; Slayer, Anthrax dan Megadeth. Ini juga jadi pertanda kalau tak ada lagi permusuhan antara Metallica dan Megadeth yang selama ini selalu jadi perbincangan.
Dalam berita yang dilansir Contact Music juga disebutkan kalau Metallica sedang merancang sebuah konser raksasa yang konon bakal menandingi konser THE WALL-nya Pink Floyd. Seperti apa? Kita tunggu saja.

Indonesian Dream Theater Fans Club

IDTFC (Indonesian Dream Theater Fans Club) yang merupakan suatu wadah perkumpulan para komunitas pecinta band Dream Theater di Indonesia.

IDTFC resmi terbentuk pada 27 Maret 2007, yang berbentuk forum diskusi di Internet. Awal mulanya terbentuk komunitas IDTFC ini terjadi pada tanggal 18 April 2001,dibentuk milis sebagai wadah para pecinta Dream Theater pertama kali untuk tempat saling berbagi ilmu dan tempat bertukar serta mendapatkan berita paling Up-to-date mengenai Dream Theater ini.

 Selain itu,para pecinta Dream Theater ini kemudian juga turut membuat situs resmi dari komunitas pecinta Dream Theater dengan alamat http://www.idtfc.org. Milis dan situs ini berkembang dengan pesat selama 5 tahun.Milis ini menjadi ajang bagi para Dream Theater mania di Indonesia untuk saling bertukar berbagai hal,seperti MP3, berita terbaru, Studio album, Live Album, atau bahkan Bootleg dari Dream Theater, biografi dari masing-masing personil Dream Theater, Side Project dari masing-masing personilnya dan juga bermacam-macam tablatur baik gitar, drum, bass atau bahkan keyboard dari Dream Theater. Dan tidak menutup kemungkinan musik-musik dan tablatur band lain juga turut meramaikan milis tersebut.

Tetapi pada awal tahun 2006, milis tersebut akhirnya vakum dikarenakan banyak berbagai kesibukan masing-masing anggotanya dan yang membuat mereka tidak dapat ikut terus meramaikan milis tersebut.

Setelah sekitar 1 tahun vakum, atas inisiatif seorang pecinta Dream Theater asal Indonesia yang kebetulan sedang bekerja di US,memutuskan pada bulan Maret 2007 untuk kembali membangun sebuah perkumpulan komunitas Dream Theater yang telah lama vakum dengan membentuk sebuah website dengan format forum diskusi dimana semua member dapat saling bertukar informasi dan dapat bertukar mengenai semua hal tentang Dream Theater dengan alamat yang baru yaitu http://www.idtfc.com dan hingga saat ini telah terkumpul sebanyak 400 user yang ikut meramaikan forum diskusi di IDTFC ini dari seluruh dunia !!..

Sejauh ini,forum IDTFC ini telah menghasilkan sekitar 50 posting setiap harinya dan telah mencapai sebanyak 30.000 posting dari semua member IDTFC ini sampai akhir Agustus 2007.

Misi dari terbentuknya forum IDTFC ini ialah agar semua DT fans di seluruh Indonesia dapat saling mengenal dan menambah kekerabatan diantara anggotanya dan saling dapat bertukar informasi mengenai seputar Dream Theater dan juga tidak menutup kemungkinan dari musik-musik lain dan bahkan dari berita-berita informasi di sekitar kita diluar dunia musik itu sendiri.

Visi kedepan dari IDTFC ini ialah menjadi salah satu Official Fans Club dari Dream Theater. Sejauh ini IDTFC telah memenuhi beberapa persyaratan yang diajukan oleh manajemen Dream Theater. Namun IDTFC terus berusaha agar menjadi salah satu fans club yang selalu menyajikan berita-berita terbaru dan terhangat seputar Dream Theater. Semua itu kami lakukan untuk selalu memanjakan para Dream Theater lover akan berita-berita dan perkembangan terbaru dari Dream Theater.

Join us on The Biggest Dream Theater community in Indonesia dan dapatkan segala informasi perkembangan terbaru dan terhangat seputar Dream Theater.

Mike Portnoy Keluar Dari DREAM THEATER

http://ceritaadeprisma.files.wordpress.com/2010/02/mike-portnoy-mr1.jpg
Mungkin inilah kabar yang paling mengejutkan menjelang akhir tahun. Kalangan pecinta progressive sangat dihebohkan dengan keputusan sepihak Mike Portnoy yang memilih mundur sebagai drummer DREAM THEATER. Band yang telah dibangun dan membesarkan namanya dalam 25 tahun terakhir.
“Sebelumnya aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi. tapi setelah 25 tahun akhirnya keputusan besar telah aku buat dengan keluar dari DREAM THEATER. Band yang sangat aku cintai, yang sudah aku bentuk seperempat abad.
“Mungkin banyak orang akan shock dengan berita ini, tapi tolong mengerti tentang keputusan penting yang sudah aku buat. Ini memang keputusan sulit tapi jujur pergolakan ini sudah ada sejak tahun lalu…..
“Setelah setahun terakhir lebih intens bermain di beberapa band seperti HAIL!, TRANSATLANTIC dan juga AVENGED SEVENFOLD, jujur aku lebih merasakan kesenangan dengan mereka dan kedekatan dibanding dengan situasi sekarang di DREAM THEATER.
“Tapi tolong jangan salah paham kalau menilai aku membenci DREAM THEATER. Aku punya cerita panjang dengan band itu dan aku mencintai DREAM THEATER bakan nama itu juga datang dari pemberian ayahku. Tapi aku pikir aku butuh suasana baru setidaknya untuk saat sekarang.

“Ada perasaan lain yang juga aku rasakan kalau DREAM THEATER seperti ingin membuat skema mengeluarkan aku dari band dan keputusan aku juga untuk menyelematkan hubungan personal dengan personil lain untuk membuat DREAM THEATER tetap penuh inspirasi.
“Aku minta maaf untuk semua fans berat DREAM THEATER tapi tolong mengerti tentang situasi sekarang. Saat ini aku hanya ingin istirahat dari band tersebut dan bukan berarti keluar sepenuhnya,” kata Mike Portnoy seperti yang dilansir dari catatan resminya yang temuat di facebook.
DREAM THEATER adalah panutan utama di scene progressive metal dunia. Terbentuk di tahun 1986 band ini jarang berganti personil dan keluarnya Mike Portnoy menjadi orang ketiga personil asli yang hengkang dimana sebelumnya ada vokalis Charles Dominici dan keyboardist Kevin Moore. Praktis tinggal John Myung dan John Petrucci yang menjadi personil asli band ini.
Sejak terbentuk di tahun 1986, Mike Portnoy bersama DREAM THEATER setidaknya telah merilis sepuluh album penuh termasuk debut “When Dream and Day Unite” di tahun 1989 dan “Black Cloud and Silver Linnings” di tahun 2009.
Mike Portnoy atau yang bernama asli Michael Stephen Portnoy ini pernah meraih beberapa penghargaan utama sebagai drummer terbaik menurut beberapa versi termasuk 23 kali menjadi juara versi Majalah Modern Drummer. Dan pria yang memiliki darah keturunan Yahudi ini lahir 20 April 1967.

Kamis, 13 Januari 2011

Seputar dan Sejarah The Beatle

The Beatles adalah salah satu grup musik rock paling awal sekaligus paling berpengaruh di era modern. Beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr, kebanyakan lagu mereka ditulis oleh Lennon dan McCartney. Popularitas mereka sedemikian tingginya di Britania Raya sehingga di tahun 1963 pers menelurkan istilah "Beatlemania". Mereka juga kemudian meraih sukses di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Dibentuk di Liverpool tahun 1959 dengan formasi awal John Lennon (Vokal, Gitar), Paul Mc Cartney (Vokal, Gitar), George Harrison (Vokal, Gitar), Stuart Sutcliffe (Bass) dan Pete Best (Drum). Namun tak lama kemudian Stuart Sutcliffe mengundurkan diri (hijrah ke Jerman dan menikahi Astrid Kircherr dan meninggal disana tahun 1962 akibat pendarahan di otak). Lalu pada tahun 1962 Pete Best hengkang dari The Beatles, dan posisinya digantikan oleh Richard Starkey alias Ringo Starr.

Manager The Beatles, Brian Eipstein, pertama kali mengenal Beatles lewat banyaknya request pembeli piringan hitam di toko musiknya. Pertama kali Brian mencoba menawarkan Beatles kepada Decca Record, label besar perusahaan rekaman kala itu. Audisi bisa didapat, hanya saja manajemen Decca berpendapat bahwa kelompok musik gitar sudah lewat masa tenarnya. Kendati keempat pemuda menjadi patah arang, Brian akhirnya bisa mendapatkan audisi bagi mereka di satu label rekaman, Parlophone, yang sejatinya adalah perusahaan rekaman untuk siaran radio. George Martin, manajer Parlophone, setuju, dan dimulailah perekaman untuk album pertama The Beatles yang bertajuk "Please Please Me". Lagu Please Please Me dan Love Me Do merupakan andalan untuk album tersebut.
The Beatles pada awalnya bernama The Quarrymen di tahun 1957. Quarrymen adalah sebuah band skiffle (band dengan menggunakan alat-alat rumah tangga, yang saat itu sedang tren di Liverpool) yang beranggotakan Lennon dan teman-temannya di Quarry Bank Grammar School. Di tanggal 6 Juli 1957, Quarrymen tampil pada sebuah acara gereja di Gereja St. John, Woolton. Di acara inilah Lennon pertama kali bertemu dengan Paul McCartney, yang saat itu menonton penampilan Quarrymen. McCartney sangat kagum akan penampilan band tersebut, dan lalu menghampiri Quarrymen di belakang panggung, ditemani temannya Ivan Vaughan yang juga teman Lennon.

Tak lama kemudian, McCartney bergabung dengan Quarrymen. Lennon dan McCartney menjadi sangat dekat, dan sering terlihat bersama. Keduanya terlibat dalam rasa 'senasib' karena keduanya kehilangan ibu mereka di masa mudanya. McCartney juga kehilangan ibunya karena kanker, saat usianya 15 tahun. Lennon dan McCartney mulai menulis lagu bersama maupun sendiri-sendiri. Salah satu lagu yang dihasilkan pada masa-masa ini adalah 'Hello Little Girl' yang kemudian menjadi hits oleh The Fourmost di tahun 60an.

Kemudian, McCartney memperkenalkan temannya, George Harrison, yang setahun lebih muda daripadanya kepada Lennon. Harrison yang piawai bermain gitar pun berkeinginan bergabung dengan Quarrymen. Lennon, yang pada awalnya keberatan karena Harrison dinilai terlalu muda, akhirnya pun setuju setelah dibujuk McCartney. Bergabungnya Harrison disusul oleh Stuart Sutcliffe, sahabat Lennon di Sekolah Seni, yang menjadi basis. Sutcliffe sebenarnya tidak dapat bermain bas, namun Lennon bersikeras untuk mengajaknya ikut dengan Quarrymen. Quarrymen pertama kali merekam suara mereka dalam lagu "That'll be the Day", lagu Buddy Holly, dan "In Spite of All The Danger", sebuah instrumental karangan McCartney dan Harrison. Kedua lagu ini, bersama lagu-lagu yang belum dirilis sebelumnya, kemudian dirilis secara resmi di tahun 1994, lewat album The Beatles Anthology.

Quarrymen dalam perjalanannya beberapa kali mengganti nama, dan personel-personelnya datang dan pergi. Band itu kemudian bernama 'The Beatles', nama yang konon ditemukan oleh Lennon. Allan Williams menjadi manajer mereka, dan pada tahun 1960 ia berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab di Hamburg. Band ini pun kemudian pergi ke Hamburg, beranggotakan John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Best adalah drummer mereka saat itu. Di Hamburg, The Beatles tampil setiap malam di klab malam yang kotor, dan tinggal bagai pengamen di penginapan kecil di dekatnya. Namun kemudian mereka dideportasi dari Hamburg, karena George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.

Sekembalinya ke Liverpool, mereka tampil di Cavern Club. Di klab inilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, setiap show mereka selalu ramai dan panjang antriannya. Namun tak lama kemudian, di paruh akhir tahun 1961, The Beatles kembali ke Hamburg dan merekam 'My Bonnie' bersama Tony Sheridan. Stuart Sutcliffe memilih untuk tetap di Hamburg bersama pacarnya, Astrid Kircherr, ketika The Beatles akan pulang ke Liverpool. Maka McCartney mengambil alih bass. Beberapa bulan kemudian, Sutcliffe wafat di Hamburg karena gangguan otak.

The Beatles kembali tampil secara rutin di Cavern Club. Di klab ini, pada bulan November 1961, untuk pertama kalinya Brian Epstein menyaksikan penampilan band ini. Epstein adalah pemilik toko musik North End Music Store (NEMS) di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman 'My Bonnie' yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini. Epstein menawarkan tape demo The Beatles ke studio-studio rekaman, dan berulang kali ditolak, seperti di Decca Records.

Akhirnya The Beatles diterima di Parlophone Records, label yang ada di bawah pengawasan EMI, dengan produsernya George Martin. Syarat yang diberikan Martin adalah mengganti drummer mereka, Best, yang dianggap kurang kompeten. Best kemudian diganti oleh Ringo Starr (nama aslinya Richard Starkey), drummer asal Liverpool yang sebelumnya bergabung dengan Rory Storm & the Hurricanes. The Beatles meluncurkan singel 'Love Me Do' yang langsung mencapai nomor 17 di tangga lagu Inggris. Singel mereka yang kedua, 'Please Please Me', menjadi singel pertama mereka yang mencapai peringkat teratas di tangga lagu.

Kesuksesan ini terus berlanjut. Nyaris semua singel mereka mencapai peringkat teratas di tangga lagu Inggris, namun 'I Wanna Hold Your Hand' di tahun 1964 adalah singel pertama yang berhasil menembus industri musik Amerika Serikat, sekaligus mengawali apa yang disebut sebagai 'British Invasion'. Sejak saat inilah musik The Beatles tersebar ke seluruh dunia, meraih sukses di mana-mana, terkenal di setiap penjuru. Konser mereka selalu dipadati fans yang sangat fanatik, yang mengejar-ngejar band ini ke mana pun mereka pergi. Teriakan fans membuat The Beatles bahkan tidak dapat mendengarkan suara mereka sendiri di atas panggung.

Di tahun 1966, akhirnya The Beatles memutuskan untuk berhenti mengadakan konser. Selain karena begitu ributnya penonton sehingga musik mereka menjadi tidak terdengar jelas, musik The Beatles juga telah menjadi amat berkembang sehingga tidak dapat dimainkan secara langsung dengan teknologi pertunjukan live di masa itu. Keputusan ini ditanggapi secara luas di dunia, yang menyangsikan kelanjutan band ini. Namun The Beatles menjawabnya dengan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band di tahun 1967, yang hingga kini masih diakui banyak kalangan sebagai salah satu album terbaik sepanjang masa.

Setelah kematian Epstein di tahun 1967, Lennon adalah orang yang tidak senang akan tindakan McCartney yang mengambil alih kepemimpinan band itu. Ia membenci proyek-proyek yang dipimpin McCartney, seperti film Magical Mystery Tour dan Let It Be. Lennon juga menjadi orang yang pertama kali melanggar kesepakatan awal The Beatles, yaitu untuk tidak membawa istri dan pacar pada proses rekaman, dengan membawa Yoko Ono dalam proses pembuatan album White Album di tahun 1968. Lennon juga orang yang pertama menyatakan ingin keluar dari The Beatles.

Setelah band ini bubar di tahun 1970, perseteruan antara Lennon dan McCartney terus berlanjut. Salah satunya adalah Lennon kesal karena McCartney mendahuluinya dalam menyatakan bubarnya The Beatles. Lennon, Harrison dan Starr juga melawan McCartney di pengadilan dalam membubarkan band ini.

Seputar dan Sejarah Tentang Joe satriani

Joe Satriani
Lahir 15 Juli 1956 (umur 50)
Amerika Serikat Westbury, New York, Amerika Serikat
Alias (es) Satch
Genre (s) Instrumental rock, Rock ‘n’ roll, Hard rock, Jazz fusion
Afiliasi (s) Deep Purple, G3
Label (s) Epic
Terkemuka guitars Ibanez Joe Satriani Signature model
Tahun aktif 1978 – Sekarang
Situs resmi http://www.satriani.com
Biografi sejarah dan bermain
Joe Satriani telah terinspirasi bermain gitar pada usia 14 setelah mendengar bahwa Jimi Hendrix telah meninggal dunia. Satriani melaporkan mendengar berita selama pelatihan sepak bola di mana ia berhadapan langsung kepada pelatih dan mengumumkan bahwa ia Berhenti untuk menjadi gitar.
Pada tahun 1974, ia belajar musik jazz dengan gitar dan Billy Bauer dengan reclusive jazz pianist Lennie Tristano. Teknis yang menuntut Tristano sangat dipengaruhi Satriani’s diputar. Satriani juga mulai mengajar gitar, dengan paling terkemuka pelajar, saat ini, sebagai sesama Long Island asli Steve Vai.
Satriani pada tahun 1978 pindah ke Berkeley, California untuk mengejar karir musik. Tidak lama setelah kedatangannya ia mengajar dilanjutkan. His paling terkemuka California siswa disertakan: Kirk Hammett (Metallica), David Bryson (Counting Crows), Kevin Cadogan (Third Eye Blind), Larry LaLonde (Primus), Alex Skolnick (Testament), Phil Kettner (Laaz Rockit) dan Charlie Hunter.
Surfing Dengan Alien
Ketika itu teman dan mantan siswa Steve Vai mendapatkan ketenaran bermain dengan David Lee Roth pada tahun 1986, tentang Satriani Vai raved dalam beberapa wawancara dengan majalah gitar. Pada tahun 1987, kedua album Satriani Surfing Dengan Alien diproduksi populer radio hits, dan semua adalah yang pertama-rilis instrumental ke bagan jadi sangat dalam bertahun-tahun. Satriani juga tur Australia dan Selandia Baru dengan Mick Jagger dalam dukungan dari Rolling Stones singer’s solo album.
Pada tahun 1989, merilis album Satriani Flying in a Blue Dream. Album terjual dengan baik, terutama di Texas. Ia sangat dipromosikan oleh KLBJ-FM di Austin. “One Big Rush” adalah fitur pada soundtrack untuk film Cameron Crowe Katakanlah Anything. “The Forgotten Bagian II” adalah fitur pada Labatt Blue komersial di Kanada pada tahun 1993. “Big Bad Moon”, salah satu dari beberapa single Satch dengan pribadi dinyanyikan vocals, merupakan hit kecil pada akhir tahun 1989.
Pada tahun 1992, Satriani dirilis yang keras, maka paling kritis dan komersial berhasil acclaimed CD-to-date. Stasiun radio di seluruh negara yang cepat untuk mengambil pada “Summer Song”, sedangkan “Cryin ‘”, “Teman” dan judul lagu yang hits daerah. CD sekarang dianggap sebagai rock klasik.
Pada akhir 1993 Satriani bergabung dengan Deep Purple sebagai pengganti jangka pendek untuk berangkat gitar Ritchie Blackmore selama tur band dari Jepang. Konser yang telah sukses seperti Satriani diminta untuk bergabung dengan band permanen, meskipun itu kontrak jangka panjang dengan Sony dicegah ini terjadi.
Pada tahun 1996, ia membentuk G3, tur konser yang menampilkan tiga instrumental rock guitarists – awalnya Satriani, Vai, dan Eric Johnson. G3 wisata yang terus-nya secara berkala sejak versi perdana, di mana Satriani dan Vai anggota akan kembali, dengan fitur floating ketiga anggota, termasuk Eric Johnson, Yngwie Malmsteen, John Petrucci, Kenny Wayne Shepherd, Robert Fripp, Patrick Rondat dan banyak lagi.
Pada tahun 1998 tercatat Satriani Crystal Planet dan dirilis pada tahun 2001 dan merilis sebuah Live CD yang direkam di San Francisco pada bulan Desember 2000 yang juga dirilis sebagai DVD musik. Pada tahun 2006 tercatat Super Satriani dirilis dan kolosal lain tinggal album, Satriani Live!.
Pekerjaan lain :
Satriani juga dikreditkan pada banyak album lainnya, termasuk tugas-tugas pada gitar Alice Cooper’s Hey Stoopid (1991), dari Spinal Tap Break Like the Wind (1992), Blue Oyster Cult’s Imaginos (1988), anggota band Stu Hamm dan Gregg Bissonette dari album solo, dan banyak orang lain termasuk terhingga gitar pahlawan-gaya album. Menariknya, dia telah dikreditkan untuk bernyanyi di latar belakang vocals 1986 debut album penuh oleh DPR. Pada tahun 2003, ia bermain lead guitar di Yardbirds’ CD rilis Birdland. Pada tahun 2006 ia guested pada beberapa lagu untuk Deep Purple’s vokal Ian Gillan’s solo CD / DVD dual disc Gillan’s Inn.
Teknik dan pengaruh :
Satriani yang dikenal luas sebagai ahli teknis gitar rock. Dia telah dikuasai banyak kinerja teknik pada instrumen, termasuk dua tangan penyadapan, meniup-picking, volume swells, harmonics, dan ekstrim whammy bar efek. Pada Big Bad Moon, Satriani menggunakan harmonika mulut-Nya sebagai slide. Ia juga adalah merek dagang compositional traits penggunaan Pitch Axis Theory yang ia berlaku dengan berbagai modus. Satriani pendekatan dan skala soloing berbeda. Instead of his practicing skala dalam posisi nya dia praktek skala satu string pada suatu waktu. Dia panggilan ini teknik ’skala linear’. Dia bergerak ke posisi yang sangat teknis tentang petikan. Satriani jatuh ke dalam kategori guitar virtuosos yang mencapai kecepatan terutama melalui hammer-ons dan pull-offs (seperti Randy Rhoads atau Allan Holdsworth), karena bertentangan dengan guitarists yang termasuk baris dengan sangat cepat alternatif memilih setiap catatan mereka dalam bermain (seperti Al Di Meola, Yngwie Malmsteen, Steve Vai atau Michael Angelo Batio).
Satriani (seperti Steve Vai, Yngwie Malmsteen dan lainnya guitarists yang menggabungkan kecepatan dan ketepatan dalam teknis mereka bermain), telah dikritik oleh mereka yang lebih memilih gaya sederhana compositional. Some of his contemporaries diketahui telah mengambil gambar-pot di Satriani tekun. Misalnya, Gary Moore pernah berkata bahwa ia menemukan Satriani musik “otak”, katanya, “ia meninggalkan saya dingin”. Walaupun ia lebih semarak pelajar, Steve Vai, telah garnered lebih perhatian, kebanyakan penulis dan musisi hormati Satriani’s musicianship juga sebagai sikap sederhana dan cantik.
Fans of instrumen musik gitar listrik sangat menyanjung dia sebagai yang paling bersemangat dan penuh kontemporer rock guitarists, dengan mata dan telinga untuk tune dan baik, lebih baru-baru ini, sebuah penekanan pada emosi melalui teknik. Sejak 1998 ia telah album, stylistically berbicara, yang berangkat dari gaya sebelumnya, delving menjadi lebih sederhana, lebih banyak diakses genre. Satriani telah diperbarui fan base besar di seluruh dunia, sebagian besar oleh buoyed abadi pengaruh nya album sebelumnya.
His keberhasilan adalah penting dalam genre biasanya tdk ramah ke musisi instrumental. Satriani telah menerima 14 nominasi Grammy, dan dia telah menjual lebih dari 10 juta album di seluruh dunia. Banyak orang fans call him “Satch,” sebuah apocope (penyusutan) dari Satriani, karena ada teman-temannya selama bertahun-tahun. Lagu “Satch Boogie” dari album Berselancar Dengan Alien adalah salah satu dari mungkin beberapa ratus seperti lagu bernomor, tetapi tanpa nama ( “Satch Boogie 1,” “Satch Boogie 143,” etc.) Lainnya guitarists terkadang merujuk kepadanya sebagai “Saint Joe;” ada sejumlah kaos ini berlaku.
Satriani telah didukung dari Ibanez JS Series guitars, dan Peavey JSX dari amplifier. Kedua saluran yang dirancang khusus sebagai tanda tangan untuk produk Satriani.
Aksesoris :
Satriani menggunakan berbagai gigi. Banyak orang yang dibuat oleh guitars Ibanez, termasuk JS100, JS1000, dan JS1200. Guitars ini biasanya fitur yang DiMarzio PAF Joe atau PAF Pro di leher dan posisi pickup DiMarzio Fred atau Mo ‘Joe di jembatan. The JS baris guitars is his baris tanda tangan, dan mereka fitur The Edge Pro, Ibanez yang eksklusif getaran sistem. Dicerminkan perak yang digunakan pada gitar dia yang hidup di San Francisco DVD disebut Chrome Boy untuk alasan jelas.
Satriani telah digunakan berbagai guitar amps selama bertahun-tahun, namun baru-baru ini telah menetap untuk mengambil hanya dua Peavey JSXs di jalan – satu untuk menjalankan dan satu sebagai cadangan. Nya efek pedals termasuk Dunlop Cry Baby, Digitech Whammy, BOSS DS-1, Fulltone Ultimate oktaf, dan Electro-Harmonix POG (Polyphonic oktaf Generator), yang kedua fitur yang menonjol di judul potong 2006 kepada Super kolosal.
Satriani baru-baru ini juga telah bermitra dengan Planet Gelombang untuk membuat tanda tangan baris dan guitar picks guitar straps dengan guratan seni itu.
Berulang tema :
Satriani kerja sering membuat referensi ke berbagai cerita fiksi sains dan / atau ide. “Berselancar Dengan Alien”, “Kembali ke Shalla-Bal” dan “The Power Cosmic 2000″ adalah referensi ke komik buku Silver Surfer sedangkan “Ice 9″ merujuk kepada senjata rahasia pemerintah dalam es Kurt Vonnegut’s Cat’s Cradle. “Borg Sex” adalah merujuk kepada Star Trek, yang fitur-fitur yang homogen ras dikenal sebagai Borg. Selain itu, dia album dan lagu lainnya yang sering-duniawi judul, Tidak seperti Bumi ini, Is There Love di Ruang Angkasa, dan Mesin dari Production.
Pada album Super kolosal lagu berjudul “Crowd chant” pada awalnya bernama “Party On The Enterprise”. “Party On The Enterprise” sampel suara dari starship Enterprise dari Star Trek TV show. Namun, seperti dijelaskan dalam Satriani podcast, masalah hukum tidak bisa mendapatkan terselesaikan dan dia tidak dapat mendapatkan izin untuk menggunakan sampel. Satriani kemudian dibuang suara dari lagu tersebut dan memanggilnya “Crowd chant.”
“Redshift Riders” lain lagu di album Super kolosal adalah “… berdasarkan gagasan bahwa di masa depan, ketika orang-orang dapat berjalan keluar ruang, secara teori mereka akan mengambil keuntungan dari kosmologi redshift efek sehingga mereka dapat sekitar swung besar planet objek dan menyeberang [the] semesta banyak lebih cepat dari biasanya, “kata Satriani di podcast tentang lagu tersebut.